Konfigurasi
Mutlak dan Konfigurasi Relatif
Urutan
penataan keempat gugus di sekitar suatu atom karbon kiral disebut konfigurasi
multak disekitar atom itu. Sepasang enantioner mempunyai konfigurasi yang
berlawanan. Misalnya (+)-gliseraldehida dan (-)-gilseraldihida mempunyai
konfigurasi yang berlawanan. Namun sampai tahun 1951 masih belum diketahui
formula mana yang menyatakan enantioner dekstrorotatori dan yang mana
levorotatory. Pada akhir abad 19 diputuskan pengandaian bahwa
(+)-gliseraldehida mempunyai konfigurasi mutlak dengan OH pada karbon 2 berada
di kanan. Pengandaian ini dibuktikan dengan studi difraksi sinar X oleh J. M.
Bijvoet dari Universitas Utrecht di Negeri Belanda pada tahun 1951.
Arah pemutaran bidang polarisasi cahaya
oleh suatu enantioner adalah suatu sifat fisika. Konfigurasi mutlak suatu
enantioner adalah khas struktur molekulnya. Tidak ada hubungan sederhana antara
onfigurasi mutlak suatu enantioner tertentu dan arah perutaran bidang
polarisasi cahaya olehnya.
Arah perputaran bidang polarisasi
cahaya dapat dinyatakanoleh (+) dan (-). Dan juga diperlukan suatu sistem untuk
menyatakan kinfigurasi mutlak itu – yakni, penataan yang sesungguhnya dari
gugus di sekeliling suatu karbon kiral. Sistem itu ialah sistem (R) dan (S)
atau sistem Chan-Ingold-prelog. Huruf (R) berasal dari kata latin “rectus” yang
berarti kanan, dan huruf (S) berasal dari katan latin “sinister” yang berarti
kiri.
Dalam sistem (R) dan (S),
gugus-gugus diberi urutan prioritas, dengan menggunakan perangkat aturan yang
sama seperti yang digunakan dalam sistem (E) dan(Z), hanya saja urutan
prioritas ini digunakan dengan cara berbeda. Untuk memberikan konfigurasi (R)
atau (S) pada suatu karbon kiral dapat digunakan langkah berikut:
1. Urutkan
keempat gugus atau atom yang terikat pada karbon kiral itu menurut urutan
prioritas urutan deret Chan-Ingold-Prelog
2. Proyeksikan
molekul itu sedemikian sehingga gugus yang berprioritas rendah berarah
kebelakang
3. Pilih
gugus dengan prioritas tinggi dan tarik satu anak panah bengkok ke gugus
prioritas tinggi berikutnya
4. Jika
panah searah dengan jarum jam, maka konfigurasi itu adalah (R). jika anak panah
berlawanan jarum jam maka konfigurasi itu adalah (S)
Pemisahan Campuran Resemik
Berlawanan dengan rekasi kimia di
laboratorium, kebanyakan reksi bioligis mulai dengan reksi kiral atau akiral
dengan menghasilkan produk-produk kiral. Reksi biologis ini dimungkinkan dengan
katalis biologis yang disebut enzyme, yang bersifat kiral. Karena enzyme
bersifat kiral, mereka dapat sangat selektif dalam katalitiknya. Misalnya, bila
suatu organisme mencernakan suatu campuran alanina resemik, maka hanya
(S)-alanina yang bergabung dalam bangun protein. (R)-alanina tidak digunakan
dalam protein, dengan bantuan enzyme lain ananina dioksidasi menjadi suatu asam
keto serta memasuki bagan metabolism lain.
Dalam labolatorium pemisahan fisis
suatu campuran rasemik menjadi enantioner murni disebut resolusi campuran
resemik itu. Pemisahan natrium ammonium tertarat resemik oleh Pasteur adalah
suatu resolusi campuran tersebut. Enantioner-enantioner mengkristal secara
terpisah merupakan suatu gejala yang sangat jarang, oleh karena itu , cara
Pasteur tidak dapat dapat dianggap sebagaai suatu teknik yang umum. Karena sepasang
enantioner menunjukkan sifat-sifat kimia dan fisika yang sama, mereka tidak
dapat dipisahkan oleh cara kimia atau fisika biasa. Sebagai gantinya, ahli
kimia terpaksa menggunakan regensia kiral atau katalis kiral.
Suatu cara untuk memisahkan campuran
resemik adalah dengan mengola campuran itu dengan suatu mikroorganisme yang
hanya akan mencerna salah satu dari kedua enantioner itu. Teknik yang sangat
umum untuk memisahkan sepasang enantioner ialah dengan mereaksikan mereka
dengan regensia kiral sehingga diperoleh sepasang produk diastereomerik.
Diastereomer-diastereomer adalah senyawa yang berlainan dengan sifat fisika
yang berlainan. Jadi, seoasang diastereomer dapat dipisahkan dengan cara fisika
biasa, seoerti kristlisasi.
saya akan menambahkan materi saudari chania :
BalasHapus1. Ketentuan Fischer (Konfigurasi Relatif)
Proyeksi Fischer sangat bermanfaat dalam penulisan struktur molekul gula(monosakarida). Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penulisan proyeksi Fischer. Proyeksi Fischer adalah penggambaran struktur 3-D dalam bentuk 2-D (dua dimensi). Pada proyeksi Fischer rantai karbon ditulis dari atas kebawah, dimana gugus yang paling tinggi prioritasnya diletakkan pada bagian atas. Setiap persilangan garis mengandung satu atom karbon.
2. Ketentuan Cahn-Ingold-Prelog (Konfigurasi Absolut)
Penentuan setiap gugus yang melekat pada pusat kiral berdasarkan nomor atom yang bersangkutan. Nomor atom yang lebih berat memiliki prioritas yang lebih utama, sehingga atom hidrogen (H) pada urutan paling akhir. Jika keseluruhan prioritas disekitar kiral pusat telah ditentukan. jika urutan prioritas gugus tersusun menurut arah jarum jam disekitar pusat kiral, karbon kiral menerima konfigurasi R (Rectus) dan jika sebaliknya sebagai konfigurasi S (Sinister).
CARA PEMISAHAN RASEMAT
1. Resolving agent kiral
Teknik ini bergantung pada enantiomer yang memiliki sifat fisik identik dan diastereomer umumnya yang memiliki sifat berbeda. Contoh: memisahkan enansiomer asam2-hydroxylpropionic. Perlu ditambahkan sebagai resolving agent untuk (R)-2-fenil-etilamin. Kedua enantiomer berinteraksi dengan(R)-2-fenil-etilamin untuk membentuk dua spesies yang berbeda garam yang diastereomer satu sama lain. Para diastereomer kemudian dapat mengkristal secara terpisah dan rasemat berhasil dipisahkan secara sempurna.
2. Kromatografi kiral
Dalam proses ini, rasemat dijalankan melalui kolom yang diisi dengan zat kiral. Enansiomer akan berinteraksi secara berbeda dengan substansi dan kemudian akan mengelusi (atau menyaring melalui substansi) pada tingkat yang berbeda. Teknik ini juga diterapkan untuk campuran enantiomer samping campuran rasemat, misalnya untuk memurnikan spesies dari sejumlah kecil enansiomernya.